Gelandang Dortmund Ini Kagumi Kualitas Milik Axel Witsel

Gelandang Dortmund Ini Kagumi Kualitas Milik Axel Witsel

Pemain berposisi gelandang Borussia Dortmund, Thomas Delaney ternyata amat menyukai kemampuan bagus dan performa punya temannya, Axel Witsel. Dia menyatakan Axel Witsel tidak butuh banyak bicara di atas lapangan sebab telah punya kualitas yang bagus.

Sejak direkrut dari Tianjin Tianhai pada bursa transfer musim panas silam, Axel Witsel bisa memperlihatkan performa yang penuh bareng Der BVB. Lelaki 30 tahun ini sukses mencatatkan 5 gol serta 1 umpan melalui 34 performa di seluruh kompetisi.

“Saya dan Axel punya cara berlaga yang amat lain. Ia tidak banyak bicara di atas lapangan. Sebab ia telah punya kemampuan yang bisa kami andalkan. Ia punya keyakinan diri yang mengesankan saat menguasai bola, ” tutur Thomas Delaney dilansir melalui situs web Dortmund.

“Hal ini menjadikannya sangat rileks saat menguasai bola dan bisa mendominasi sektor tengah. Ia terus membuat keputusan yang ideal dan tidak pernah takut melepas tekel ke arah bintang rival. Aku amat menyukai itu sebab aku punya kemampuan yang amat lain, ” katanya melanjutkan.

Usai memulai musim dengan cemerlang, tempat Dortmund di pucuk klasemen Bundesliga sekarang terancam usai rentenan kekalahan dalam beberapa pekan terbaru. Thomas Delaney juga mengakui hal itu. Tapi, dia menyatakan jika Der BVB tengah tetap percaya bakal dapat memenangkan trofi juara Bundesliga kampanye musim ini.

“Dalam banyak pekan terbaru, kami memang tidak bisa memperlihatkan performa paling baik. Namun, aku tengah percaya kami bakal dapat menjaga posisi di pucuk klasemen sampai penghujung kampanye musim mendatang. Kami punya mentalitas yang bagus guna melawan banyak tuntutan yang hadir. ”

3 Pelatih Premier League yang Ada Dalam Tekanan

3 Pelatih Premier League yang Ada Dalam Tekanan

Pemecatan Jose Mourinho adalah pemecatan yang lumayan mencuri atensi di Premier League kampanye musim ini. Pelatih dari Portugal tersebut mesti kehilangan jabatannya usai Manchester United melakoni start yang jelek.

Tapi, keberangkatan Mourinho tersebut rupanya jadi berkah bagi Setan Merah. Pasalnya, penampilan Paul Pogba serta kolega melonjak tinggi usai lelaki Portugal tersebut pergi dari tim.

Klub-klub, lain pun telah melakukan pergantian pelatih. Mereka ialah Fulham, Southampton serta Huddersfield yang sekarang tengah memulai kehidupan anyar bersama pelatih baru.

Sekarang tersedia juga sejumlah pelatih yang tengah ada di dalam tekanan di timnya masing-masing. Malahan, bukan tak mungkin mereka bakal kehilangan pekerjaannya di dalam waktu dekat.

Berikut ini 3 pelatih top Premier League yang tengah ada di dalam tekanan sebagaimana ditulis website skor akhir pertandingan bola.

Unai Emery – Unai Emery mengakusisi Arsenal di bursa transfer musim panas tahun lalu dari tangan Arsene Wenger. Tapi, tak ada yang menyangka jika tekanan mendesak pelatih dari Spanyol tersebut buat angkat kaki sudah mulai dibunyikan.

Usai tereliminasi dari FA Cup serta Carabao Cup dari Manchester United serta Tottenham Hotspur, The Gunners mesti menanggung malu di dalam kompetisi Liga Europa. Mereka kalah di Belarusia dari BATE Borisov serta hal tersebut membikin fans Arsenal merasa sakit hati.

Keenggaan buat melakukan transformasi membikin Emery berpeluang kehilangan karirnya di London Utara. Arsenal Wenger melatih Arsenal sepanjang 22 tahun, namun aksi Emery bareng Arsenal dapat berusia pendek.

Marco Silva – Bila kita melihat statistik yang ulas di situs jadwal live streaming bola, usai membikin start yang amat baik buat kariernya menjadi pelatih Everton yang anyar, Marco Silva kini mendapatkan kesulitan. Di dalam 3 laga terakhirnya, Everton menerima kekalahan melalui Wolverhampton Wanderers, Watford serta Manchester City.

Kekalahannya yang sangat memalukan mungkin berlangsung di turnamen FA Cup di mana The Toffees menerima kekalahan dari tim Championship, Millwall. Menurut semua fans, Everton kini nampak seperti kesebelasan yang tak dapat bertahan ataupun menyarangkan goal.

Everton selanjutnya bakal melawan Cardiff City di penghujung bulan serta setelah itu, mereka bakal melawan Liverpool di Derby Merseyside. Apabila Everton menderita kekalahan dari tangan musuh sengit mereka tersebut, waktu Silva di Goodison Park dapat usai.

Maurizio Sarri – Sarri mungkin merupakan pelatih yang sangat berpotensi besar ditendang di dalam waktu dekat. Usai performa di bawah standar serta tak stabil, The Blues kini merasakan kesulitan buat mendapat pencapaian yang bagus.

Sarri bisa menghantarkan Chelsea mendapat pencapaian yang keren di awal kampanye musim. Namun begitu, penampilan Eden Hazard serta kolega lantas mengalami penurunan drastis. Puncaknya, Chelsea dikalahkan Manchester City dengan score telak 6-0.

Selama itu, Chelsea tersohor amat kejam di dalam memperlakukan pelatihnya serta Sarri dapat jadi sasaran selanjutnya. Tim London tersebut kini ada pada peringkat ke 6 pada klasemen Premier League serta dapat gagal finis di zona Liga Champions lagi.

Arsenal Tak Akan Cari Suksesor Petr Cech

Arsenal Tak Akan Cari Suksesor Petr Cech

Raksasa Premier League, Arsenal dirumorkan tidak akan melaju untuk memburu penjaga gawang baru sepeninggal Petr Cech yang mengambil keputusan gantung sepatu pada akhir musim mendatang.

Kampanye musim ini Arsenal mengandalkan Bernd Leno dibawah mistar. Sedangkan Cech selalu tersedia duduk pada bangku cadangan menjadi pelapis serta hanya main di turnamen kejuaraan.

Beberapa waktu silam Cech memberitahukan bahwa ia memilih bakal pensiun dari sepakbola profesional sekaligus menghentikan karier cemerlang yang dia jalani selama 20 musim. Keputusan Cech buat gantung sarung tangan telah membikin Arsenal disebut akan berupaya mencari penjaga gawang baru di bursa transfer pemain pada musim panas nanti.

Namun sekarang seperti dikutip The Sun, Arsenal dikabarkan tidak akan menggelontorkan uang sepeser pun guna membeli penjaga gawang baru dan memilih buat mempromosikan Emiliano Martinez jadi kiper ke 2.

Martinez sendiri sesungguhnya telah digaet Arsenal sejak 2011 silam. Tapi kiper dari Argentina ini hingga sekarang hanya main sebanyak 9 kali pada semua turnamen.

Martinez sekarang tengah melakoni masa peminjaman di raksasa Championship, Reading. Kiper 26 tahun ini rencananya bakal kembali menuju Arsenal di penghujung kampanye musim nanti.

Di samping Martinez, Arsenal sebenarnya tengah memiliki penjaga gawang lain yang tengah ditransfer sebagai pemain pinjaman, yakni David Ospina pada Napoli. Tapi tampaknya penjaga gawang asal Kolombia itu akan dilepas dengan cara permanen di musim panas nanti.

Selain Ospina, ada juga nama Matt Macey. Penjaga gawang 24 musim itu sekarang menjalani waktu peminjaman pada klub League One, Plymouth Argyle.

Smalling Desak MU Menangkan Trofi Musim Ini

Smalling Desak MU Menangkan Trofi Musim Ini

Pemain bertahan Manchester United, Chris Smalling, mengatakan jika target memenangkan penghargaan adalah harga mati untuk kesebelasannya pada kampanye musim ini.

“Tahun ini, kami perlu menegaskan jika kami memperoleh piala serta di hari Senin (lawan Chelsea di Piala FA), kami bakal berupaya keras guna ini. Rekor di Chelsea, kami tak punya terlalu banyak pencapaian baik di sana, namun saya kira, di pertama kampanye musim, kami amat nyaris bersama hasil positif sampai detik-detik terbaru. Dengan cara umum, kami tampil lumayan bagus di sana, ” tutur Smalling pada MUTV.

“Faktanya hari Senin petang jua seluruh jagat melihatnya. Chelsea bakal berupaya guna mengembangkan pencapaian pekan lalu (kalah melalui Manchester City), tak ketinggalan pula kami yang menerima kekalahan dari PSG. Jadi, itu merupakan laga terbesar, ” Smalling melanjutkan.

Setan Merah sendiri tengah di dalam tren bagus dibawah bimbingan Ole Gunnar Solskjaer. MU mendapat sepuluh hasil positif, satu kali imbang, serta satu kali menerima kekalahan di dalam 12 pertandingan terbaru.

Smalling mengakui girang bermain dibawah bimbingan Solskjaer. Tapi menurutnya, Solskjaer jua dapat menunjukkan sisik buruknya apabila Setan Merah tampil negatif.

“Aku kira Solskjaer memiliki seperti sisi buruk. Saya kira tiap-tiap pelatih punya ini. Salah satu pelatih seharusnya punya semua sisi yang lain, ” tutur ia.

Smalling sendiri telah memperkuat Manchester United dalam 19 laga kampanye musim itu. Dia jua menyumbang 1 goal.

Cengiz Under Ungkap Sulitnya Menyesuaikan diri di Serie A

Cengiz Under Ungkap Sulitnya Menyesuaikan diri di Serie A

Cengiz Under melakoni musim yang mengesankan bareng AS Roma saat kampanye musim 2017/2018. Tapi siapa sangka ternyata proses adaptasi yang ia kerjakan tidak berlangsung mulus.

Under didatangkan AS Roma melalui klub Tukri, Istanbul Basaksehir dengan mahar 13 juta Euro. Perbedaan budaya yang drastis antar Turki serta Italia telah membuat bintang berusia 21 tahun itu kesulitan

“Enam bulan pertama-tama cukup berat karena bahasa. Oleh karena itu, aku harus beradaptasi. Begitu aku mulai menyarangkan gol, aku mulai berlaga lebih bagus, lalu aku merasa jadi bagian dari tim, ” ujar Cengiz pada Goal.

Tak hanya soal perbedaan budaya, Under pernah kesulitan pada awal kampanye musim karena dia didatangkan jadi suksesor Mohamed Salah. Syukurnya, dia memiliki rekan-rekan terbaik yang siap memberi bantuan.

“Sangat bernilai bagi aku bahwa aku datang guna menggantikan Salah karena ia melakukannya bersama sangat bagus di sini. Ada beberapa tekanan namun untungnya aku mulai menyarangkan gol serta menjadi setingkat lebih terlibat di dalam permainan. Terima kasih atas bantuan seluruh rekan setim. Saya betul-betul merasa aku adalah salah satu bagian dari kesebelasan, ” kata Under.

Kampanye musim ini, Under harus lebih menahan lajunya lantaran dia harus berkutat dengan cedera. Ia mesti menepi dengan durasi kurang lebih 3 pekan.

“Di musim perdana saya, aku memiliki banyak kesulitan pada awal, namun kemudian aku bisa memperlihatkan apa yang bisa aku lakukan. Musim ini aku punya masalah cedera. Harus istirahat selama 3 minggu, namun saya meminta untuk cepat kembali beraksi. ”

Klopp: Pertandingan PSG vs Liverpool Sangat Dinantikan di Fase Grup

Klopp: Pertandingan PSG vs Liverpool Sangat Dinantikan di Fase Grup

Juru tak-tik Liverpool, Juergen Klopp, telah tak sabar melawan Paris Saint-Germain pada pertandingan matchday ke 5 Liga Champions, hari Kamis (29/11) dinihari WIB. Baginya pertandingan ke 2 kesebelasan jadi yang sangat dinantikan pada penyisihan grup kampanye musim ini.

PSG serta Liverpool sesungguhnya jadi daya Tarik tersendiri kampanye musim ini. Telah jadi rahasia umum apabila keduanya dihuni oleh para pemain jempolan. Malahan di pertandingan perdana di Anfield, mereka saling kejar mengejar goal sebelum The Reds menegaskan kemenangan 3-2.

Di pertandingan yang bakal berjalan di Parc des Princes, ke 2 kesebelasan sama-sama membutuhkan kemenangan buat memperbesar harapan lolos menuju babak knockout. Sekadar informasi, ke 4 kesebelasan yang masuk ke di Grup C masih berpotensi tereliminasi.

“Laga itu kemungkinan bakal jadi yang sangat dinantikan banyak orang pada penyisihan grup Liga Champions kampanye musim ini. Seringkali Kamu melihat grup dan merasa ‘Oke, 1 ataupun 2 jelas, mari kita saksikan siapa yang bakal keluar menuju Liga Europa,” tutur Klopp sebagaimana ditulis website resmi Liverpool.

“Dalam Grup itu belum ada yang melaju. Kami cukup dibantu dengan hasil positif serta hasil negatif. Inilah yang bakal membikin Kamu makin kuat. Kini kami cuma memikirkan pertandingan di depan mata yang wajib dimenangkan,” dia melanjutkan.

Liverpool hadir menuju Paris dengan kekuatan penuh. Trio Bomber mereka seperti Sadio Mane, Mohamed Salah, serta Roberto Firmino akan diturunkan. Lebih lanjut, Xherdan Shaqiri pun dapat jadi senjata rahasia Klopp di pertandingan kali ini.

Flare serta Bom Molotov dari Suporter AEK Bawa Ajax ke 16 Besar

Flare serta Bom Molotov dari Suporter AEK Bawa Ajax ke 16 Besar

Ada insiden memalukan di Stadion Olympia Athena kala AEK Athena melawan Ajax Amsterdam. Suporter tuan rumah melempari flare serta bom molotov menuju tribun yang dihuni suporter Ajax. Namun perlakuan tidak layak itu tak menghalangi pergerakan kesebelasan tamu menuju enam belas besar Liga Champions.

Sebelum pertandingan ke 2 kesebelasan bergulir, Suporter AEK melempari flare menuju arah tribun Ajax. Malahan jarak ke 2 suporter yang berjauhan membikin tim tuan rumah menghampiri tim Ajax serta melempar flare dan bom molotov tersebut.

Hasilnya, banyak suporter tamu mesti mengalami luka pada kepala karena terkena serpihan flare. Di samping itu, sejumlah tribun pun sempat terbakar karena lemparan itu. Kondisi itu lantas diperburuk dengan tingkah laku acuh dari dewan keamanan yang terkesima tak melakukan pencegahan.

Adapun “sambutan” memalukan suporter tuan rumah pada tribun dibalas tuntas oleh punggawa Ajax di arena pertandingan. Mereka dengan cara mengesankan unggul 2 goal tanpa balas.

2 goal kemenangan tim Belanda itu dibuat oleh Dusan Tadic lewat titik penalti. Tembakan penalti pertamanya terjadi saat laga sudah berjalan hingga menit ke-68 usai Marko Livaja menyentuh bola dengan tangannya, pada daerah terlarang. Sementara penalti ke 2 diraih 4 menit kemudian.

Hasil positif anak didik Erik ten Hag semakin lengkap bersama kepastian mereka lolos ke fase enam belas besar. Heroiknya lagi itu buat pertama kali Ajax lolos melalui fase grup semenjak kampanye musim 2005-2006 silam.