Guardiola: Belum Waktunya Katakan Selamat pada Liverpool

Guardiola: Belum Waktunya Katakan Selamat pada Liverpool

Pep Guardiola tidak memberikan tanggapan berlebihan kehancuran 2-3 yang dialami Manchester City kala melawat menuju kandang Norwich City, Minggu (14/9). Dengan cara spesial, walau sekarang terpaut 5 angka dari Liverpool, ia tidak lalu menyerah tumbang pada perburuan trofi Premier League.

Kekalahan 2-3 dari Norwich City memang tidak kemudian membikin Manchester City tergusur dari tempat 2 besar. Tapi, tertinggal angka dengan Liverpool yang memuncaki klasemen sekarang bertambah dari 2 angka jadi 5 angka. Hal tersebut berlangsung sebab The Reds unggul 3-1 vs Newcastle United.

Soal hal tersebut, Pep Guardiola menolak lebay. “Apa yang bisa aku ucapkan? Apakah yang yang bisa kami perbuat? Kami baru ada pada September dan tidak bakal menyatakan, ‘Oke, selamat pada Liverpool, kalian jawara. ’ Ini baru saja September! ” tutur ia setelah laga sebagaimana dilansir Football5Star. com dari Manchester Evening News.

Di samping itu, mantan juru tak-tik Barcelona ini mengatakan, “Hal yang mesti kami kerjakan ialah memulihkan diri dan berangkat menuju Ukraina (untuk melawan Shakhtar Donetsk pada turnamen Liga Champions). Usai ini, kami bakal coba lagi. ”

Tentang performa negatif jantung pertahanan Manchester City di kandang Norwich City sampai kemasukan 3 goal, Pep Guardiola jua tidak berlebihan. Ia menganggap hasil negatif di Stadion Carrow Road merupakan buah dari blunder kolektif.

“Ada kalanya bintang-bintang sentral tidak berupaya menolong barisan defensif di titik putih kala terdapat operan silang. Kadang, usaha kami membuat serangan dari belakang jua kurang maksimal. Ini alasannya kami tidak dinamis. Sepakbola ini tempo tinggi dan Kamu mesti menyaksikan apakah yang bisa dikerjakan untuk membantu mereka dan senantiasa melaju, ” tutur Guardiola lagi.

Goyang Shopee, Cristiano Ronaldo Di-Bully Warganet

Goyang Shopee, Cristiano Ronaldo Di-Bully Warganet

Cristiano Ronaldo belum lama diumumkan menjadi brand ambassador salah 1 situs belanja online, Shopee. Tapi, lantaran goyangannya di dalam iklan ini, ia malah kena bully oleh warganet.

Di dalam rilisnya, Shopee memyebut jika keputusan menggandeng Ronaldo karena dinilai menjadi satu diantara sejumlah pesepak bola paling baik sepanjang waktu. Mantan bintang Manchester United ini dianggap menginspirasi berbagai orang.

Iklan yang dibintangi Ronaldo-pun telah mulai tayang pada enam belas Agustus serentak di 7 negara. Ronaldo sendiri mengatakan bangga dapat jadi kepingan dari produk e-commerce ini.

“Saya senantiasa mengembangkan performa aku untuk para fans dan kesebelasan, sama kayak Shopee yang senantiasa berinovasi untuk menawarkan manfaat buat para penggunanya, ” berucap Ronaldo di dalam rilis resmi Shopee.

Namun begitu, kiprah Ronaldo membintangi iklan Shopee raih tanggapan beragam dari warganet. Tidak sedikit yang mem-bully Ronaldo karena aktingnya yang terlampau kaku.

“Messi bisa jadi tidak bakal sekalipun membintangi iklan kayak ini), ” tulis @HD4Design.

“FIFA seharusnya kasih Ronaldo gelar Ballon d’Or pada Ronaldo karena membintangi iklan ini, ” sebut @PranavSahani7.

“Berapa banyak duit yang dibayarkan untuk Ronaldo cuma demi berbuat hal itu, ” berucap akun @SeanMulvaney1 dengan emotikon tertawa.

Mabuk Hingga Lompat dari Mobil, Sneijder Ditahan Polisi

Mabuk Hingga Lompat dari Mobil, Sneijder Ditahan Polisi

Lama tidak muncul kabarnya, mantan bintang Inter Milan dan Real Madrid, Wesley Sneijder, datang memboyong kabar anyar. Namun bukanlah kabar bagus yang dia hadirkan, melainkan kabar negatifnya di luar gelanggang.

Sneijder ditangkap polisi sehabis mengendarai mobilnya di dalam kondisi mabuk. Parahnya lagi pengaruh alkohol membuat dirinya melompat dari mobil dan menari-nari di atas mobilnya ini. Malahan sejumlah saksi mata ada yang menyaksikan sang pemain berposisi gelandang mengencingi kendaraan lainnya yang ada di sampingnya.

Menyaksikan insiden itu kepolisian Utrecht, Belanda, segera menahannya. Tak sampai dengan di situ, mantan kapten tim nasional Belanda ini jua dituntut menebus denda senilai 6000 000 € sebagai ganti rugi pada pemilik mobil.

Insiden memalukan ini jelas mencoreng nama bagus Sneijder. Sebab dia sebelumnya tak sekalipun diterpa berita negatif, terlebih di luar sepakbola. Namun insiden ini rasa-rasanya tak membikin timnya, Al Gharafa, menghukumnya. Ia malah dikatakan cepat mendatangani kesepakatan kontrak anyar dengan durasi 1 tahun lagi.

Bintang 36 tahun ini telah semenjak Januari 2018 memperkuat tim dari Qatar, Al Gharafa. Sekarang turnamen Liga Qatar tengah libur dan ia pun memutuskan kembali menuju kampung halamannya, Utrecht, untuk menghabiskan waktu liburan.

Penampilan bintang yang mempersembahkan treble winner untuk Inter Milan kompetisi musim 2009-2010 silam ini bareng Al Gharafa lumayan menjanjikan. Main di 11 laga dia bisa menyarangkan 6 goal dan 1 assist.

Rivaldo: Guardiola Dapat Kembali ke Spanyol Musim Panas Mendatang

Rivaldo: Guardiola Dapat Kembali ke Spanyol Musim Panas Mendatang

Pep Guardiola memang tengah terikat kesepakatan kontrak sampai 2021 dan memiliki misi yang tak jua berakhir bareng Manchester City. Tapi, berdasarkan Rivaldo, mantan bintang Barcelona, ini bukanlah artinya ia tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk pindah.

Rivaldo menganggap Pep Guardiola kemungkinan besar balik lagi menuju Spanyol pada jendela transfer musim panas mendatang. Syaratnya, jelas mesti terdapat tawaran menarik berupa proyek yang lebih menantang dari yang dihadapi lelaki dari Katalonia ini sekarang.

“Saya percaya Pep bakal memiliki banyak peluang dan proyek-proyek baru buat dipikirkan pada jendela transfer musim panas ini. Lepas dari kegembiraannya di (Stadion) Etihad, bisa jadi sebuah proposal baik dari tim Spanyol bakal bisa menggodanya, ” tutur Rivaldo sebagaimana dilansir Football5Star. com dari Manchester Evening News.

Mantan bintang tim nasional Brasil ini memiliki alibi tersendiri. Berdasarkan dirinya, terdapat 1 penyebab yang membikin balik lagi menuju Spanyol merupakan sebuah keniscayaan untuk Pep Guardiola.

“Saya mengatakan demikian sebab Pep tak senang terjauh dari keluarga dan rekan-rekannya. Ia terus merasa girang menghabiskan masa dengan mereka. Balik lagi menuju Spanyol bakal memberi bantuan kepadanya di dalam hal tersebut, ” imbuh lelaki yang pernah bahu-membahu bareng Pep Guardiola di Barcelona itu.

Di sisi lain, soal kejayaan yang dituai sang mantan kawan menjadi juru tak-tik, Rivaldo mengakui tidak heran. Berdasarkan dirinya, semenjak jadi bintang juga, mantan pesepakbola tim nasional Spanyol itu telah menunjukkan tanda-tanda bakal jadi juru tak-tik raksasa.

“Pep terus memperlihatkan ambisi untuk jadi pelatih dan aku cuma dapat bahagia menyaksikan sepak terjangnya. Tak dapat dimungkiri, ia sudah jadi salah satu pelatih paling baik di planet ini, ” urai Rivaldo mengenang waktu silam Pep Guardiola menjadi pesepak bola.

Barcelona Mesti Membunuh Manchester United

Barcelona Mesti Membunuh Manchester United

Barcelona bakal berjumpa dengan Manchester United dalam leg perdana fase perempat final Liga Champions 2018-19. Pemain bertahan Barcelona, Gerard Pique mewanti-wanti teman-temannya guna secepatnya membunuh Manchester United.

Barcelona melaju dengan enteng menuju fase perempat final. Mereka menang vs Lyon bersama agregat 5-1. Sedangkan Manchester United melaju menuju fase perempat final usai menjungkalkan Paris Saint-Germain. Kelolosan The Red Devils menuju fase perempat final jadi sorotan tersendiri untuk Pique.

“Saya kira pencapaian seri mereka (Manchester United) menghadapi Paris Saint-Germain jadi contoh yang sangat nyata, ” tutur Gerard Pique kala konferensi pers diberitakan Football5star melalui ESPN FC.

Paris Saint-Germain memang unggul dengan score 2-0 kala mereka bertamu menuju kandang Manchester United, Old Trafford. Tapi mereka bertekuk lutut dengan score 3-1 kala berlaga pada markas mereka sendiri.

“Saya kira di Old Trafford, PSG berlaga lebih bagus. Di fase ke 2 mereka menyarangkan goal serta harusnya dapat menyarangkan lebih banyak goal. ”

Keunggulan 2 goal di leg perdana kenyataannya tidak bisa menghantarkan anak didik Tomas Tuchel melaju menuju fase berikutnya. Mereka terlena serta perlu menebus kegagalannya ini dengan bertekuk lutut di kandang sendiri.

“Tapi, anda tidak dapat pergi dari Manchester United tetap hidup. Apabila anda dapat menghajar mereka dengan menyarangkan tidak sedikit goal, anda mesti melaksanakannya.

“Mereka punya sejarah yang ia perlihatkan di Paris, malahan dengan banyaknya bintang akademi. Hal tersebut jadi contoh untuk kami. Kami mesti berlaga dengan total semenjak menit perdana hingga penghujung. ”

Bernardeschi: UEFA Harusnya Tidak Menghukum Ronaldo

Bernardeschi: UEFA Harusnya Tidak Menghukum Ronaldo

Pemain sayap Juventus, Federico Bernardeschi, yakin bahwa Cristiano Ronaldo harusnya tak mendapat sangsi dari UEFA sebab selebrasinya. Dia pun menyatakan UEFA memberi reaksi yang berlebihan.

Sekarang UEFA tengah menjalankan investigasi terkait perayaan berlebihan yang dilakukan oleh Ronaldo pada pertandingan Liga Champions kontra Atletico Madrid minggu lalu. Jika dinyatakan bersalah, Juventus dapat tampil tanpa pemain asal Portugal itu saat melawan Ajax Amsterdam di babak perempat-final.

“Aku merasa, hal tersebut adalah sebuah perayaan biasa. Kasusnya semestinya berakhir di situ. Tidak terdapat pihak yang boleh turut campur. Ia sangat rileks. Tapi rombongan saya semua amat menanti keputusan apa yang bakalan dieksekusi oleh UEFA, ” tutur Bernardeschi pada laman Gianluca di Marzio.

“Dia merupakan pemain level dunia serta berhasil memperlihatkan hal itu pada berbagai posisi. Di Inggris, Spanyol, serta kini Italia. Dia sudah menyodorkan beberapa hal pada kami. Di samping itu, dirinya jua mempunyai aura sebagai salah satu pemenang. Ada di dekatnya tiap-tiap hari membikin saya mencari tahu banyak hal baru, ” pungkas Bernardeschi.

Romagnoli: AC Milan Akan Habis-habisan Hingga Akhir Musim

Romagnoli: AC Milan Akan Habis-habisan Hingga Akhir Musim

Leader AC Milan, Alessio Romagnoli, menyatakan kesebelasannya bakal habis-habisan sampai penghujung kampanye musim. Hal itu dia ucapkan sehabis hasil positif atas Chievo Verona.

AC Milan unggul 2-1 vs Chievo di lanjutan laga Liga Serie A Italia pada Minggu (9/3) dini hari WIB. Goal Rossoneri dicetak Lucas Biglia dan Krzysztof Piatek, sementara gol tuan rumah dilesakkan oleh Perparim Hetemaj.

“Ini merupakan hasil positif penting, yang memungkinkan kami buat kerap berlari ini. Kami tak berlaga dengan bagus, namun di malam-malam seperti itu, 3 angka merupakan yang terpenting. Kami kompak dan kejam. Kini, kami bakal mempersiapkan diri buat Derby yang bakal jadi laga yang sukar, ” tutur Romagnoli pada Soccerway.

“Kami harus memberi semua yang kami miliki dan mendapat hasil positif di dalam 3 bulan ke depan. ”

Bersama pencapaian ini, AC Milan ada pada tempat 3 klasemen Serie A. Rossoneri menang 4 angka atas Inter Milan di bawahnya. Ke 2 skuat jua bakal berjumpa minggu depan.

Di dalam peluang ini, Romagnoli jua memberikan pujian Piatek serta Cutrone. Nama terbaru tidak sering berlaga sejak kehadiran Piatek.

“Piatek? Ia hebat dan membuktikannya. Cutrone jua menaruh jiwanya ke di dalam skuat saat berlaga. Mari kita berikan selamat untuk mereka serta berharap mereka kerap seperti itu, ” tutur Romagnoli.