Bernardeschi: UEFA Harusnya Tidak Menghukum Ronaldo

Bernardeschi: UEFA Harusnya Tidak Menghukum Ronaldo

Pemain sayap Juventus, Federico Bernardeschi, yakin bahwa Cristiano Ronaldo harusnya tak mendapat sangsi dari UEFA sebab selebrasinya. Dia pun menyatakan UEFA memberi reaksi yang berlebihan.

Sekarang UEFA tengah menjalankan investigasi terkait perayaan berlebihan yang dilakukan oleh Ronaldo pada pertandingan Liga Champions kontra Atletico Madrid minggu lalu. Jika dinyatakan bersalah, Juventus dapat tampil tanpa pemain asal Portugal itu saat melawan Ajax Amsterdam di babak perempat-final.

“Aku merasa, hal tersebut adalah sebuah perayaan biasa. Kasusnya semestinya berakhir di situ. Tidak terdapat pihak yang boleh turut campur. Ia sangat rileks. Tapi rombongan saya semua amat menanti keputusan apa yang bakalan dieksekusi oleh UEFA, ” tutur Bernardeschi pada laman Gianluca di Marzio.

“Dia merupakan pemain level dunia serta berhasil memperlihatkan hal itu pada berbagai posisi. Di Inggris, Spanyol, serta kini Italia. Dia sudah menyodorkan beberapa hal pada kami. Di samping itu, dirinya jua mempunyai aura sebagai salah satu pemenang. Ada di dekatnya tiap-tiap hari membikin saya mencari tahu banyak hal baru, ” pungkas Bernardeschi.

Romagnoli: AC Milan Akan Habis-habisan Hingga Akhir Musim

Romagnoli: AC Milan Akan Habis-habisan Hingga Akhir Musim

Leader AC Milan, Alessio Romagnoli, menyatakan kesebelasannya bakal habis-habisan sampai penghujung kampanye musim. Hal itu dia ucapkan sehabis hasil positif atas Chievo Verona.

AC Milan unggul 2-1 vs Chievo di lanjutan laga Liga Serie A Italia pada Minggu (9/3) dini hari WIB. Goal Rossoneri dicetak Lucas Biglia dan Krzysztof Piatek, sementara gol tuan rumah dilesakkan oleh Perparim Hetemaj.

“Ini merupakan hasil positif penting, yang memungkinkan kami buat kerap berlari ini. Kami tak berlaga dengan bagus, namun di malam-malam seperti itu, 3 angka merupakan yang terpenting. Kami kompak dan kejam. Kini, kami bakal mempersiapkan diri buat Derby yang bakal jadi laga yang sukar, ” tutur Romagnoli pada Soccerway.

“Kami harus memberi semua yang kami miliki dan mendapat hasil positif di dalam 3 bulan ke depan. ”

Bersama pencapaian ini, AC Milan ada pada tempat 3 klasemen Serie A. Rossoneri menang 4 angka atas Inter Milan di bawahnya. Ke 2 skuat jua bakal berjumpa minggu depan.

Di dalam peluang ini, Romagnoli jua memberikan pujian Piatek serta Cutrone. Nama terbaru tidak sering berlaga sejak kehadiran Piatek.

“Piatek? Ia hebat dan membuktikannya. Cutrone jua menaruh jiwanya ke di dalam skuat saat berlaga. Mari kita berikan selamat untuk mereka serta berharap mereka kerap seperti itu, ” tutur Romagnoli.

Gelandang Dortmund Ini Kagumi Kualitas Milik Axel Witsel

Gelandang Dortmund Ini Kagumi Kualitas Milik Axel Witsel

Pemain berposisi gelandang Borussia Dortmund, Thomas Delaney ternyata amat menyukai kemampuan bagus dan performa punya temannya, Axel Witsel. Dia menyatakan Axel Witsel tidak butuh banyak bicara di atas lapangan sebab telah punya kualitas yang bagus.

Sejak direkrut dari Tianjin Tianhai pada bursa transfer musim panas silam, Axel Witsel bisa memperlihatkan performa yang penuh bareng Der BVB. Lelaki 30 tahun ini sukses mencatatkan 5 gol serta 1 umpan melalui 34 performa di seluruh kompetisi.

“Saya dan Axel punya cara berlaga yang amat lain. Ia tidak banyak bicara di atas lapangan. Sebab ia telah punya kemampuan yang bisa kami andalkan. Ia punya keyakinan diri yang mengesankan saat menguasai bola, ” tutur Thomas Delaney dilansir melalui situs web Dortmund.

“Hal ini menjadikannya sangat rileks saat menguasai bola dan bisa mendominasi sektor tengah. Ia terus membuat keputusan yang ideal dan tidak pernah takut melepas tekel ke arah bintang rival. Aku amat menyukai itu sebab aku punya kemampuan yang amat lain, ” katanya melanjutkan.

Usai memulai musim dengan cemerlang, tempat Dortmund di pucuk klasemen Bundesliga sekarang terancam usai rentenan kekalahan dalam beberapa pekan terbaru. Thomas Delaney juga mengakui hal itu. Tapi, dia menyatakan jika Der BVB tengah tetap percaya bakal dapat memenangkan trofi juara Bundesliga kampanye musim ini.

“Dalam banyak pekan terbaru, kami memang tidak bisa memperlihatkan performa paling baik. Namun, aku tengah percaya kami bakal dapat menjaga posisi di pucuk klasemen sampai penghujung kampanye musim mendatang. Kami punya mentalitas yang bagus guna melawan banyak tuntutan yang hadir. ”

3 Pelatih Premier League yang Ada Dalam Tekanan

3 Pelatih Premier League yang Ada Dalam Tekanan

Pemecatan Jose Mourinho adalah pemecatan yang lumayan mencuri atensi di Premier League kampanye musim ini. Pelatih dari Portugal tersebut mesti kehilangan jabatannya usai Manchester United melakoni start yang jelek.

Tapi, keberangkatan Mourinho tersebut rupanya jadi berkah bagi Setan Merah. Pasalnya, penampilan Paul Pogba serta kolega melonjak tinggi usai lelaki Portugal tersebut pergi dari tim.

Klub-klub, lain pun telah melakukan pergantian pelatih. Mereka ialah Fulham, Southampton serta Huddersfield yang sekarang tengah memulai kehidupan anyar bersama pelatih baru.

Sekarang tersedia juga sejumlah pelatih yang tengah ada di dalam tekanan di timnya masing-masing. Malahan, bukan tak mungkin mereka bakal kehilangan pekerjaannya di dalam waktu dekat.

Berikut ini 3 pelatih top Premier League yang tengah ada di dalam tekanan sebagaimana ditulis website skor akhir pertandingan bola.

Unai Emery – Unai Emery mengakusisi Arsenal di bursa transfer musim panas tahun lalu dari tangan Arsene Wenger. Tapi, tak ada yang menyangka jika tekanan mendesak pelatih dari Spanyol tersebut buat angkat kaki sudah mulai dibunyikan.

Usai tereliminasi dari FA Cup serta Carabao Cup dari Manchester United serta Tottenham Hotspur, The Gunners mesti menanggung malu di dalam kompetisi Liga Europa. Mereka kalah di Belarusia dari BATE Borisov serta hal tersebut membikin fans Arsenal merasa sakit hati.

Keenggaan buat melakukan transformasi membikin Emery berpeluang kehilangan karirnya di London Utara. Arsenal Wenger melatih Arsenal sepanjang 22 tahun, namun aksi Emery bareng Arsenal dapat berusia pendek.

Marco Silva – Bila kita melihat statistik yang ulas di situs jadwal live streaming bola, usai membikin start yang amat baik buat kariernya menjadi pelatih Everton yang anyar, Marco Silva kini mendapatkan kesulitan. Di dalam 3 laga terakhirnya, Everton menerima kekalahan melalui Wolverhampton Wanderers, Watford serta Manchester City.

Kekalahannya yang sangat memalukan mungkin berlangsung di turnamen FA Cup di mana The Toffees menerima kekalahan dari tim Championship, Millwall. Menurut semua fans, Everton kini nampak seperti kesebelasan yang tak dapat bertahan ataupun menyarangkan goal.

Everton selanjutnya bakal melawan Cardiff City di penghujung bulan serta setelah itu, mereka bakal melawan Liverpool di Derby Merseyside. Apabila Everton menderita kekalahan dari tangan musuh sengit mereka tersebut, waktu Silva di Goodison Park dapat usai.

Maurizio Sarri – Sarri mungkin merupakan pelatih yang sangat berpotensi besar ditendang di dalam waktu dekat. Usai performa di bawah standar serta tak stabil, The Blues kini merasakan kesulitan buat mendapat pencapaian yang bagus.

Sarri bisa menghantarkan Chelsea mendapat pencapaian yang keren di awal kampanye musim. Namun begitu, penampilan Eden Hazard serta kolega lantas mengalami penurunan drastis. Puncaknya, Chelsea dikalahkan Manchester City dengan score telak 6-0.

Selama itu, Chelsea tersohor amat kejam di dalam memperlakukan pelatihnya serta Sarri dapat jadi sasaran selanjutnya. Tim London tersebut kini ada pada peringkat ke 6 pada klasemen Premier League serta dapat gagal finis di zona Liga Champions lagi.