Klopp: Pertandingan PSG vs Liverpool Sangat Dinantikan di Fase Grup

Klopp: Pertandingan PSG vs Liverpool Sangat Dinantikan di Fase Grup

Juru tak-tik Liverpool, Juergen Klopp, telah tak sabar melawan Paris Saint-Germain pada pertandingan matchday ke 5 Liga Champions, hari Kamis (29/11) dinihari WIB. Baginya pertandingan ke 2 kesebelasan jadi yang sangat dinantikan pada penyisihan grup kampanye musim ini.

PSG serta Liverpool sesungguhnya jadi daya Tarik tersendiri kampanye musim ini. Telah jadi rahasia umum apabila keduanya dihuni oleh para pemain jempolan. Malahan di pertandingan perdana di Anfield, mereka saling kejar mengejar goal sebelum The Reds menegaskan kemenangan 3-2.

Di pertandingan yang bakal berjalan di Parc des Princes, ke 2 kesebelasan sama-sama membutuhkan kemenangan buat memperbesar harapan lolos menuju babak knockout. Sekadar informasi, ke 4 kesebelasan yang masuk ke di Grup C masih berpotensi tereliminasi.

“Laga itu kemungkinan bakal jadi yang sangat dinantikan banyak orang pada penyisihan grup Liga Champions kampanye musim ini. Seringkali Kamu melihat grup dan merasa ‘Oke, 1 ataupun 2 jelas, mari kita saksikan siapa yang bakal keluar menuju Liga Europa,” tutur Klopp sebagaimana ditulis website resmi Liverpool.

“Dalam Grup itu belum ada yang melaju. Kami cukup dibantu dengan hasil positif serta hasil negatif. Inilah yang bakal membikin Kamu makin kuat. Kini kami cuma memikirkan pertandingan di depan mata yang wajib dimenangkan,” dia melanjutkan.

Liverpool hadir menuju Paris dengan kekuatan penuh. Trio Bomber mereka seperti Sadio Mane, Mohamed Salah, serta Roberto Firmino akan diturunkan. Lebih lanjut, Xherdan Shaqiri pun dapat jadi senjata rahasia Klopp di pertandingan kali ini.

Flare serta Bom Molotov dari Suporter AEK Bawa Ajax ke 16 Besar

Flare serta Bom Molotov dari Suporter AEK Bawa Ajax ke 16 Besar

Ada insiden memalukan di Stadion Olympia Athena kala AEK Athena melawan Ajax Amsterdam. Suporter tuan rumah melempari flare serta bom molotov menuju tribun yang dihuni suporter Ajax. Namun perlakuan tidak layak itu tak menghalangi pergerakan kesebelasan tamu menuju enam belas besar Liga Champions.

Sebelum pertandingan ke 2 kesebelasan bergulir, Suporter AEK melempari flare menuju arah tribun Ajax. Malahan jarak ke 2 suporter yang berjauhan membikin tim tuan rumah menghampiri tim Ajax serta melempar flare dan bom molotov tersebut.

Hasilnya, banyak suporter tamu mesti mengalami luka pada kepala karena terkena serpihan flare. Di samping itu, sejumlah tribun pun sempat terbakar karena lemparan itu. Kondisi itu lantas diperburuk dengan tingkah laku acuh dari dewan keamanan yang terkesima tak melakukan pencegahan.

Adapun “sambutan” memalukan suporter tuan rumah pada tribun dibalas tuntas oleh punggawa Ajax di arena pertandingan. Mereka dengan cara mengesankan unggul 2 goal tanpa balas.

2 goal kemenangan tim Belanda itu dibuat oleh Dusan Tadic lewat titik penalti. Tembakan penalti pertamanya terjadi saat laga sudah berjalan hingga menit ke-68 usai Marko Livaja menyentuh bola dengan tangannya, pada daerah terlarang. Sementara penalti ke 2 diraih 4 menit kemudian.

Hasil positif anak didik Erik ten Hag semakin lengkap bersama kepastian mereka lolos ke fase enam belas besar. Heroiknya lagi itu buat pertama kali Ajax lolos melalui fase grup semenjak kampanye musim 2005-2006 silam.