Mabuk Hingga Lompat dari Mobil, Sneijder Ditahan Polisi

Mabuk Hingga Lompat dari Mobil, Sneijder Ditahan Polisi

Lama tidak muncul kabarnya, mantan bintang Inter Milan dan Real Madrid, Wesley Sneijder, datang memboyong kabar anyar. Namun bukanlah kabar bagus yang dia hadirkan, melainkan kabar negatifnya di luar gelanggang.

Sneijder ditangkap polisi sehabis mengendarai mobilnya di dalam kondisi mabuk. Parahnya lagi pengaruh alkohol membuat dirinya melompat dari mobil dan menari-nari di atas mobilnya ini. Malahan sejumlah saksi mata ada yang menyaksikan sang pemain berposisi gelandang mengencingi kendaraan lainnya yang ada di sampingnya.

Menyaksikan insiden itu kepolisian Utrecht, Belanda, segera menahannya. Tak sampai dengan di situ, mantan kapten tim nasional Belanda ini jua dituntut menebus denda senilai 6000 000 € sebagai ganti rugi pada pemilik mobil.

Insiden memalukan ini jelas mencoreng nama bagus Sneijder. Sebab dia sebelumnya tak sekalipun diterpa berita negatif, terlebih di luar sepakbola. Namun insiden ini rasa-rasanya tak membikin timnya, Al Gharafa, menghukumnya. Ia malah dikatakan cepat mendatangani kesepakatan kontrak anyar dengan durasi 1 tahun lagi.

Bintang 36 tahun ini telah semenjak Januari 2018 memperkuat tim dari Qatar, Al Gharafa. Sekarang turnamen Liga Qatar tengah libur dan ia pun memutuskan kembali menuju kampung halamannya, Utrecht, untuk menghabiskan waktu liburan.

Penampilan bintang yang mempersembahkan treble winner untuk Inter Milan kompetisi musim 2009-2010 silam ini bareng Al Gharafa lumayan menjanjikan. Main di 11 laga dia bisa menyarangkan 6 goal dan 1 assist.

Rivaldo: Guardiola Dapat Kembali ke Spanyol Musim Panas Mendatang

Rivaldo: Guardiola Dapat Kembali ke Spanyol Musim Panas Mendatang

Pep Guardiola memang tengah terikat kesepakatan kontrak sampai 2021 dan memiliki misi yang tak jua berakhir bareng Manchester City. Tapi, berdasarkan Rivaldo, mantan bintang Barcelona, ini bukanlah artinya ia tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk pindah.

Rivaldo menganggap Pep Guardiola kemungkinan besar balik lagi menuju Spanyol pada jendela transfer musim panas mendatang. Syaratnya, jelas mesti terdapat tawaran menarik berupa proyek yang lebih menantang dari yang dihadapi lelaki dari Katalonia ini sekarang.

“Saya percaya Pep bakal memiliki banyak peluang dan proyek-proyek baru buat dipikirkan pada jendela transfer musim panas ini. Lepas dari kegembiraannya di (Stadion) Etihad, bisa jadi sebuah proposal baik dari tim Spanyol bakal bisa menggodanya, ” tutur Rivaldo sebagaimana dilansir Football5Star. com dari Manchester Evening News.

Mantan bintang tim nasional Brasil ini memiliki alibi tersendiri. Berdasarkan dirinya, terdapat 1 penyebab yang membikin balik lagi menuju Spanyol merupakan sebuah keniscayaan untuk Pep Guardiola.

“Saya mengatakan demikian sebab Pep tak senang terjauh dari keluarga dan rekan-rekannya. Ia terus merasa girang menghabiskan masa dengan mereka. Balik lagi menuju Spanyol bakal memberi bantuan kepadanya di dalam hal tersebut, ” imbuh lelaki yang pernah bahu-membahu bareng Pep Guardiola di Barcelona itu.

Di sisi lain, soal kejayaan yang dituai sang mantan kawan menjadi juru tak-tik, Rivaldo mengakui tidak heran. Berdasarkan dirinya, semenjak jadi bintang juga, mantan pesepakbola tim nasional Spanyol itu telah menunjukkan tanda-tanda bakal jadi juru tak-tik raksasa.

“Pep terus memperlihatkan ambisi untuk jadi pelatih dan aku cuma dapat bahagia menyaksikan sepak terjangnya. Tak dapat dimungkiri, ia sudah jadi salah satu pelatih paling baik di planet ini, ” urai Rivaldo mengenang waktu silam Pep Guardiola menjadi pesepak bola.

Barcelona Mesti Membunuh Manchester United

Barcelona Mesti Membunuh Manchester United

Barcelona bakal berjumpa dengan Manchester United dalam leg perdana fase perempat final Liga Champions 2018-19. Pemain bertahan Barcelona, Gerard Pique mewanti-wanti teman-temannya guna secepatnya membunuh Manchester United.

Barcelona melaju dengan enteng menuju fase perempat final. Mereka menang vs Lyon bersama agregat 5-1. Sedangkan Manchester United melaju menuju fase perempat final usai menjungkalkan Paris Saint-Germain. Kelolosan The Red Devils menuju fase perempat final jadi sorotan tersendiri untuk Pique.

“Saya kira pencapaian seri mereka (Manchester United) menghadapi Paris Saint-Germain jadi contoh yang sangat nyata, ” tutur Gerard Pique kala konferensi pers diberitakan Football5star melalui ESPN FC.

Paris Saint-Germain memang unggul dengan score 2-0 kala mereka bertamu menuju kandang Manchester United, Old Trafford. Tapi mereka bertekuk lutut dengan score 3-1 kala berlaga pada markas mereka sendiri.

“Saya kira di Old Trafford, PSG berlaga lebih bagus. Di fase ke 2 mereka menyarangkan goal serta harusnya dapat menyarangkan lebih banyak goal. ”

Keunggulan 2 goal di leg perdana kenyataannya tidak bisa menghantarkan anak didik Tomas Tuchel melaju menuju fase berikutnya. Mereka terlena serta perlu menebus kegagalannya ini dengan bertekuk lutut di kandang sendiri.

“Tapi, anda tidak dapat pergi dari Manchester United tetap hidup. Apabila anda dapat menghajar mereka dengan menyarangkan tidak sedikit goal, anda mesti melaksanakannya.

“Mereka punya sejarah yang ia perlihatkan di Paris, malahan dengan banyaknya bintang akademi. Hal tersebut jadi contoh untuk kami. Kami mesti berlaga dengan total semenjak menit perdana hingga penghujung. ”

Bernardeschi: UEFA Harusnya Tidak Menghukum Ronaldo

Bernardeschi: UEFA Harusnya Tidak Menghukum Ronaldo

Pemain sayap Juventus, Federico Bernardeschi, yakin bahwa Cristiano Ronaldo harusnya tak mendapat sangsi dari UEFA sebab selebrasinya. Dia pun menyatakan UEFA memberi reaksi yang berlebihan.

Sekarang UEFA tengah menjalankan investigasi terkait perayaan berlebihan yang dilakukan oleh Ronaldo pada pertandingan Liga Champions kontra Atletico Madrid minggu lalu. Jika dinyatakan bersalah, Juventus dapat tampil tanpa pemain asal Portugal itu saat melawan Ajax Amsterdam di babak perempat-final.

“Aku merasa, hal tersebut adalah sebuah perayaan biasa. Kasusnya semestinya berakhir di situ. Tidak terdapat pihak yang boleh turut campur. Ia sangat rileks. Tapi rombongan saya semua amat menanti keputusan apa yang bakalan dieksekusi oleh UEFA, ” tutur Bernardeschi pada laman Gianluca di Marzio.

“Dia merupakan pemain level dunia serta berhasil memperlihatkan hal itu pada berbagai posisi. Di Inggris, Spanyol, serta kini Italia. Dia sudah menyodorkan beberapa hal pada kami. Di samping itu, dirinya jua mempunyai aura sebagai salah satu pemenang. Ada di dekatnya tiap-tiap hari membikin saya mencari tahu banyak hal baru, ” pungkas Bernardeschi.

Romagnoli: AC Milan Akan Habis-habisan Hingga Akhir Musim

Romagnoli: AC Milan Akan Habis-habisan Hingga Akhir Musim

Leader AC Milan, Alessio Romagnoli, menyatakan kesebelasannya bakal habis-habisan sampai penghujung kampanye musim. Hal itu dia ucapkan sehabis hasil positif atas Chievo Verona.

AC Milan unggul 2-1 vs Chievo di lanjutan laga Liga Serie A Italia pada Minggu (9/3) dini hari WIB. Goal Rossoneri dicetak Lucas Biglia dan Krzysztof Piatek, sementara gol tuan rumah dilesakkan oleh Perparim Hetemaj.

“Ini merupakan hasil positif penting, yang memungkinkan kami buat kerap berlari ini. Kami tak berlaga dengan bagus, namun di malam-malam seperti itu, 3 angka merupakan yang terpenting. Kami kompak dan kejam. Kini, kami bakal mempersiapkan diri buat Derby yang bakal jadi laga yang sukar, ” tutur Romagnoli pada Soccerway.

“Kami harus memberi semua yang kami miliki dan mendapat hasil positif di dalam 3 bulan ke depan. ”

Bersama pencapaian ini, AC Milan ada pada tempat 3 klasemen Serie A. Rossoneri menang 4 angka atas Inter Milan di bawahnya. Ke 2 skuat jua bakal berjumpa minggu depan.

Di dalam peluang ini, Romagnoli jua memberikan pujian Piatek serta Cutrone. Nama terbaru tidak sering berlaga sejak kehadiran Piatek.

“Piatek? Ia hebat dan membuktikannya. Cutrone jua menaruh jiwanya ke di dalam skuat saat berlaga. Mari kita berikan selamat untuk mereka serta berharap mereka kerap seperti itu, ” tutur Romagnoli.

Gelandang Dortmund Ini Kagumi Kualitas Milik Axel Witsel

Gelandang Dortmund Ini Kagumi Kualitas Milik Axel Witsel

Pemain berposisi gelandang Borussia Dortmund, Thomas Delaney ternyata amat menyukai kemampuan bagus dan performa punya temannya, Axel Witsel. Dia menyatakan Axel Witsel tidak butuh banyak bicara di atas lapangan sebab telah punya kualitas yang bagus.

Sejak direkrut dari Tianjin Tianhai pada bursa transfer musim panas silam, Axel Witsel bisa memperlihatkan performa yang penuh bareng Der BVB. Lelaki 30 tahun ini sukses mencatatkan 5 gol serta 1 umpan melalui 34 performa di seluruh kompetisi.

“Saya dan Axel punya cara berlaga yang amat lain. Ia tidak banyak bicara di atas lapangan. Sebab ia telah punya kemampuan yang bisa kami andalkan. Ia punya keyakinan diri yang mengesankan saat menguasai bola, ” tutur Thomas Delaney dilansir melalui situs web Dortmund.

“Hal ini menjadikannya sangat rileks saat menguasai bola dan bisa mendominasi sektor tengah. Ia terus membuat keputusan yang ideal dan tidak pernah takut melepas tekel ke arah bintang rival. Aku amat menyukai itu sebab aku punya kemampuan yang amat lain, ” katanya melanjutkan.

Usai memulai musim dengan cemerlang, tempat Dortmund di pucuk klasemen Bundesliga sekarang terancam usai rentenan kekalahan dalam beberapa pekan terbaru. Thomas Delaney juga mengakui hal itu. Tapi, dia menyatakan jika Der BVB tengah tetap percaya bakal dapat memenangkan trofi juara Bundesliga kampanye musim ini.

“Dalam banyak pekan terbaru, kami memang tidak bisa memperlihatkan performa paling baik. Namun, aku tengah percaya kami bakal dapat menjaga posisi di pucuk klasemen sampai penghujung kampanye musim mendatang. Kami punya mentalitas yang bagus guna melawan banyak tuntutan yang hadir. ”

3 Pelatih Premier League yang Ada Dalam Tekanan

3 Pelatih Premier League yang Ada Dalam Tekanan

Pemecatan Jose Mourinho adalah pemecatan yang lumayan mencuri atensi di Premier League kampanye musim ini. Pelatih dari Portugal tersebut mesti kehilangan jabatannya usai Manchester United melakoni start yang jelek.

Tapi, keberangkatan Mourinho tersebut rupanya jadi berkah bagi Setan Merah. Pasalnya, penampilan Paul Pogba serta kolega melonjak tinggi usai lelaki Portugal tersebut pergi dari tim.

Klub-klub, lain pun telah melakukan pergantian pelatih. Mereka ialah Fulham, Southampton serta Huddersfield yang sekarang tengah memulai kehidupan anyar bersama pelatih baru.

Sekarang tersedia juga sejumlah pelatih yang tengah ada di dalam tekanan di timnya masing-masing. Malahan, bukan tak mungkin mereka bakal kehilangan pekerjaannya di dalam waktu dekat.

Berikut ini 3 pelatih top Premier League yang tengah ada di dalam tekanan sebagaimana ditulis website skor akhir pertandingan bola.

Unai Emery – Unai Emery mengakusisi Arsenal di bursa transfer musim panas tahun lalu dari tangan Arsene Wenger. Tapi, tak ada yang menyangka jika tekanan mendesak pelatih dari Spanyol tersebut buat angkat kaki sudah mulai dibunyikan.

Usai tereliminasi dari FA Cup serta Carabao Cup dari Manchester United serta Tottenham Hotspur, The Gunners mesti menanggung malu di dalam kompetisi Liga Europa. Mereka kalah di Belarusia dari BATE Borisov serta hal tersebut membikin fans Arsenal merasa sakit hati.

Keenggaan buat melakukan transformasi membikin Emery berpeluang kehilangan karirnya di London Utara. Arsenal Wenger melatih Arsenal sepanjang 22 tahun, namun aksi Emery bareng Arsenal dapat berusia pendek.

Marco Silva – Bila kita melihat statistik yang ulas di situs jadwal live streaming bola, usai membikin start yang amat baik buat kariernya menjadi pelatih Everton yang anyar, Marco Silva kini mendapatkan kesulitan. Di dalam 3 laga terakhirnya, Everton menerima kekalahan melalui Wolverhampton Wanderers, Watford serta Manchester City.

Kekalahannya yang sangat memalukan mungkin berlangsung di turnamen FA Cup di mana The Toffees menerima kekalahan dari tim Championship, Millwall. Menurut semua fans, Everton kini nampak seperti kesebelasan yang tak dapat bertahan ataupun menyarangkan goal.

Everton selanjutnya bakal melawan Cardiff City di penghujung bulan serta setelah itu, mereka bakal melawan Liverpool di Derby Merseyside. Apabila Everton menderita kekalahan dari tangan musuh sengit mereka tersebut, waktu Silva di Goodison Park dapat usai.

Maurizio Sarri – Sarri mungkin merupakan pelatih yang sangat berpotensi besar ditendang di dalam waktu dekat. Usai performa di bawah standar serta tak stabil, The Blues kini merasakan kesulitan buat mendapat pencapaian yang bagus.

Sarri bisa menghantarkan Chelsea mendapat pencapaian yang keren di awal kampanye musim. Namun begitu, penampilan Eden Hazard serta kolega lantas mengalami penurunan drastis. Puncaknya, Chelsea dikalahkan Manchester City dengan score telak 6-0.

Selama itu, Chelsea tersohor amat kejam di dalam memperlakukan pelatihnya serta Sarri dapat jadi sasaran selanjutnya. Tim London tersebut kini ada pada peringkat ke 6 pada klasemen Premier League serta dapat gagal finis di zona Liga Champions lagi.

Arsenal Tak Akan Cari Suksesor Petr Cech

Arsenal Tak Akan Cari Suksesor Petr Cech

Raksasa Premier League, Arsenal dirumorkan tidak akan melaju untuk memburu penjaga gawang baru sepeninggal Petr Cech yang mengambil keputusan gantung sepatu pada akhir musim mendatang.

Kampanye musim ini Arsenal mengandalkan Bernd Leno dibawah mistar. Sedangkan Cech selalu tersedia duduk pada bangku cadangan menjadi pelapis serta hanya main di turnamen kejuaraan.

Beberapa waktu silam Cech memberitahukan bahwa ia memilih bakal pensiun dari sepakbola profesional sekaligus menghentikan karier cemerlang yang dia jalani selama 20 musim. Keputusan Cech buat gantung sarung tangan telah membikin Arsenal disebut akan berupaya mencari penjaga gawang baru di bursa transfer pemain pada musim panas nanti.

Namun sekarang seperti dikutip The Sun, Arsenal dikabarkan tidak akan menggelontorkan uang sepeser pun guna membeli penjaga gawang baru dan memilih buat mempromosikan Emiliano Martinez jadi kiper ke 2.

Martinez sendiri sesungguhnya telah digaet Arsenal sejak 2011 silam. Tapi kiper dari Argentina ini hingga sekarang hanya main sebanyak 9 kali pada semua turnamen.

Martinez sekarang tengah melakoni masa peminjaman di raksasa Championship, Reading. Kiper 26 tahun ini rencananya bakal kembali menuju Arsenal di penghujung kampanye musim nanti.

Di samping Martinez, Arsenal sebenarnya tengah memiliki penjaga gawang lain yang tengah ditransfer sebagai pemain pinjaman, yakni David Ospina pada Napoli. Tapi tampaknya penjaga gawang asal Kolombia itu akan dilepas dengan cara permanen di musim panas nanti.

Selain Ospina, ada juga nama Matt Macey. Penjaga gawang 24 musim itu sekarang menjalani waktu peminjaman pada klub League One, Plymouth Argyle.

Smalling Desak MU Menangkan Trofi Musim Ini

Smalling Desak MU Menangkan Trofi Musim Ini

Pemain bertahan Manchester United, Chris Smalling, mengatakan jika target memenangkan penghargaan adalah harga mati untuk kesebelasannya pada kampanye musim ini.

“Tahun ini, kami perlu menegaskan jika kami memperoleh piala serta di hari Senin (lawan Chelsea di Piala FA), kami bakal berupaya keras guna ini. Rekor di Chelsea, kami tak punya terlalu banyak pencapaian baik di sana, namun saya kira, di pertama kampanye musim, kami amat nyaris bersama hasil positif sampai detik-detik terbaru. Dengan cara umum, kami tampil lumayan bagus di sana, ” tutur Smalling pada MUTV.

“Faktanya hari Senin petang jua seluruh jagat melihatnya. Chelsea bakal berupaya guna mengembangkan pencapaian pekan lalu (kalah melalui Manchester City), tak ketinggalan pula kami yang menerima kekalahan dari PSG. Jadi, itu merupakan laga terbesar, ” Smalling melanjutkan.

Setan Merah sendiri tengah di dalam tren bagus dibawah bimbingan Ole Gunnar Solskjaer. MU mendapat sepuluh hasil positif, satu kali imbang, serta satu kali menerima kekalahan di dalam 12 pertandingan terbaru.

Smalling mengakui girang bermain dibawah bimbingan Solskjaer. Tapi menurutnya, Solskjaer jua dapat menunjukkan sisik buruknya apabila Setan Merah tampil negatif.

“Aku kira Solskjaer memiliki seperti sisi buruk. Saya kira tiap-tiap pelatih punya ini. Salah satu pelatih seharusnya punya semua sisi yang lain, ” tutur ia.

Smalling sendiri telah memperkuat Manchester United dalam 19 laga kampanye musim itu. Dia jua menyumbang 1 goal.

Cengiz Under Ungkap Sulitnya Menyesuaikan diri di Serie A

Cengiz Under Ungkap Sulitnya Menyesuaikan diri di Serie A

Cengiz Under melakoni musim yang mengesankan bareng AS Roma saat kampanye musim 2017/2018. Tapi siapa sangka ternyata proses adaptasi yang ia kerjakan tidak berlangsung mulus.

Under didatangkan AS Roma melalui klub Tukri, Istanbul Basaksehir dengan mahar 13 juta Euro. Perbedaan budaya yang drastis antar Turki serta Italia telah membuat bintang berusia 21 tahun itu kesulitan

“Enam bulan pertama-tama cukup berat karena bahasa. Oleh karena itu, aku harus beradaptasi. Begitu aku mulai menyarangkan gol, aku mulai berlaga lebih bagus, lalu aku merasa jadi bagian dari tim, ” ujar Cengiz pada Goal.

Tak hanya soal perbedaan budaya, Under pernah kesulitan pada awal kampanye musim karena dia didatangkan jadi suksesor Mohamed Salah. Syukurnya, dia memiliki rekan-rekan terbaik yang siap memberi bantuan.

“Sangat bernilai bagi aku bahwa aku datang guna menggantikan Salah karena ia melakukannya bersama sangat bagus di sini. Ada beberapa tekanan namun untungnya aku mulai menyarangkan gol serta menjadi setingkat lebih terlibat di dalam permainan. Terima kasih atas bantuan seluruh rekan setim. Saya betul-betul merasa aku adalah salah satu bagian dari kesebelasan, ” kata Under.

Kampanye musim ini, Under harus lebih menahan lajunya lantaran dia harus berkutat dengan cedera. Ia mesti menepi dengan durasi kurang lebih 3 pekan.

“Di musim perdana saya, aku memiliki banyak kesulitan pada awal, namun kemudian aku bisa memperlihatkan apa yang bisa aku lakukan. Musim ini aku punya masalah cedera. Harus istirahat selama 3 minggu, namun saya meminta untuk cepat kembali beraksi. ”